Makam Ziarah Batu Layang

MAKAM KESULTANAN PONTIANAK DI BATU LAYANG

Makam Ziarah Batu Layang

LOKASIJl. KhatulistiwaKelurahan Batu Layang, Pontianak Utara
TIKET MASUKGratis / UmumBuka Setiap Hari 08.00-17.00
AKSESIBILITAS~15 KM dari PusatSekitar 30 – 45 Menit berkendara

Sejarah & Latar Belakang

Kompleks peristirahatan keluarga Kesultanan Pontianak—ruang ziarah, arsip silsilah, dan saksi sejarah kota di tepi Sungai Kapuas Besar.

Bebatuan besar di tepi Sungai Kapuas
BATU · SUNGAI · PETUNJUK LELUHUR

Bebatuan besar di tepi Kapuas menjadi karakter geologis unik yang tidak dijumpai di sisi hilir lainnya.

PESAN IBUNDA · TRIM, HADHRAMAUT
“Ada batu, tapi tak ada gunung.”

Sebelum Habib Husein Al-Kadrie berangkat dari Trim, Hadhramaut, Yaman Selatan, ibundanya menyampaikan tiga petunjuk tentang zuriat. Salah satunya menjadi penanda lanskap yang kelak ditemukan di Batu Layang.

Zuriat berarti keturunan atau garis keluarga.

TOKOH PELOPOR

Syarif Abdurrahman Al-Kadrie

Syarif Abdurrahman ibn Habib Husein ibn Ahmad Al-Kadrie—pendiri Kesultanan Pontianak—menyiapkan lahan di tepi Kapuas Besar untuk dirinya, zuriat, dan keluarga kesultanan.

SEKUTU KESULTANAN

Panglima Laskar Siak

Area ini mula-mula turut menjadi tempat pemakaman Panglima Laskar Siak yang membantu Sultan Syarif Abdurrahman dalam peperangan melawan Sanggau.

8.424 m²LUAS KOMPLEKS MAKAM
±3.000MAKAM KESELURUHAN
8 SultanPONTIANAK DIMAKAMKAN
TAHUN KEDATANGAN1771

Pontianak disiapkan

Syarif Abdurrahman tiba di wilayah yang kini menjadi Kota Pontianak.

Tiga penanda awal Batu Layang

1771 — 1808
1771LAHAN DISIAPKAN

Tempat peristirahatan keluarga

Tanah di tepi Sungai Kapuas Besar dipilih untuk menjadi kompleks pemakaman pendiri, zuriat, dan keluarga kesultanan.

1778KETEGANGAN DAGANG

Meriam di wilayah berbatu

Nicholas de Kloek, utusan VOC yang bertentangan dengan Sultan, menempatkan meriam untuk menutup lalu lintas dagang Pontianak dengan wilayah luar.

1808MAKAM PENDIRI

Sultan pertama wafat

Sultan Syarif Abdurrahman Al-Kadrie wafat dan dimakamkan di posisi depan-tengah bangunan utama bersama permaisurinya.

Kompleks, Tokoh & Silsilah Makam Ziarah Batu Layang

Tata letak bangunan, bentuk mahkota, dan rupa tambak menyimpan pengetahuan tentang kedudukan, garis keturunan, serta identitas mereka yang dimakamkan.

Ruang Makam Inti Bangunan Utama
BANGUNAN UTAMA - RUANG MAKAM INTI

Rumah beratap tiga tingkat berukuran 28 x 28 meter.

784 m²bangunan utamaDenah persegi 28 x 28 meter.
±500makam di dalamMakam inti dinaungi bangunan utama.
±3.000makam keseluruhanTermasuk pangeran dan keluarga raja.
3 tingkatsusunan atapSiluet utama kompleks bersejarah.
DELAPAN SULTAN PONTIANAK

Garis kepemimpinan yang bersemayam di Batu Layang

08 TOKOH UTAMA

Sultan Syarif Abdurrahman Al-Kadrie

wafat 1808 · pendiri

Sultan Syarif Kasim

sultan kedua

Sultan Syarif Usman

sultan ketiga

Sultan Hamid I

sultan keempat

Sultan Syarif Yusuf

sultan kelima

Sultan Syarif Muhammad

sultan keenam

Sultan Syarif Thaha

sultan ketujuh

Sultan Hamid II

sultan kedelapan

Makam Sultan Syarif Abdurrahman dan permaisurinya, Puteri Utin Chandramidi, berada di posisi depan-tengah bangunan utama.

Panduan membaca identitas nisan

01

Mahkota menunjukkan garis sultan

Nisan sultan berbentuk mahkota. Keturunan langsung laki-laki memakai mahkota polos tanpa hiasan; keturunan perempuan memiliki bulatan kecoklatan pada mahkotanya.

02

Bulat untuk laki-laki

Bentuk nisan di atas tambak membedakan jenis kelamin. Nisan bulat menyerupai gada menandai makam laki-laki.

03

Pipih untuk perempuan

Nisan berbentuk pipih menandai makam perempuan, sehingga silsilah dapat dibaca bersama tanda mahkota.

04

Apa itu tambak?

Tambak adalah peti makam berbentuk persegi panjang yang berada di atas permukaan tanah; nisan ditempatkan di bagian atasnya.

Aktivitas yang Dapat Dilakukan

Kunjungan yang baik mengutamakan doa dan penghormatan, lalu membuka ruang untuk memahami arsitektur makam, silsilah, dan lanskap sungai.

01

Ziarah dan memanjatkan doa

Datang sebagai peziarah, menjaga ketenangan, dan memanjatkan doa di kompleks makam keluarga Kesultanan Pontianak.

02

Studi arsitektur dan nisan

Amati bangunan beratap tiga tingkat, bentuk mahkota, perbedaan nisan laki-laki dan perempuan, serta susunan tambak.

03

Bersantai di tepi sungai

Setelah berkunjung, nikmati minuman dan makanan kecil dari deretan warung dekat Sungai Kapuas.

Warung lokal di tepi Sungai Kapuas
TEPI KAPUAS · WARUNG LOKAL

Ruang singgah sederhana untuk peziarah dan pengunjung.

CARA MENGALAMI SITUS

Datang pelan, membaca jejak dengan saksana

Batu Layang bukan sekadar tujuan rekreasi. Setiap unsur—dari atap, posisi makam, hingga tanda pada nisan—adalah bagian dari arsip hidup Kesultanan Pontianak.

“Utamakan ziarah; biarkan sejarah hadir tanpa mengusik kesakralan.”

Etika selama Kunjungan

Akses singkat dari Tugu Khatulistiwa membawa pengunjung ke ruang pusaka yang menuntut sikap tenang, pakaian sopan, dan penghormatan.

DARI TUGU KHATULISTIWA

Menuju Batu Layang

±2 KM · ±5 MENIT
01

Arah utara

Berkendara melalui Jalan Khatulistiwa sekitar 5 menit ke arah utara.

02

Cari gapura kuning

Saat gapura kuning terlihat di kiri jalan, perlambat kendaraan.

03

Masuk 200 meter

Belok masuk dan lanjutkan sekitar 200 meter menuju kompleks.

🚘Transportasi darat
⛵Jalur air dengan sampan
Gapura Kuning Penanda Masuk Makam Batu Layang
PENANDA MASUK
Perlambat kendaraan ketika melihat gapura kuning di sisi kiri Jalan Khatulistiwa.
HORMATI RUANG SAKRAL

Berpakaian sopan dan tertutup

Imbauan berlaku bagi seluruh wisatawan, khususnya pengunjung mancanegara dan non-muslim.

Tutupi bahu dan lutut

Pilih pakaian yang sopan, longgar, dan tertutup agar nyaman selama berada di kompleks.

Hindari pakaian terlalu terbuka

Jaga marwah situs pusaka sejarah kerajaan Islam dan hormati kesakralan area makam.

Jaga ketenangan

Dahulukan doa dan pengamatan yang tenang; jangan mengganggu peziarah lain.